Tuesday, November 3, 2009

Ahli Fiqir - Derita Merindu

L
Kau katakan cinta gunakan akal
Bila aku gunakan, kau yang menyangkal
Bagaimana nak kekal
Kau katakan cinta gunakan minda
Bila aku gunakan
Kau yang tak percaya? bagaimana nak bahagia

P
Maafmu tak bererti, kau mudah sesali
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa

L
Dan aku cuba sedaya upaya
Telah ku usaha dengan sepenuh jiwa
Bagaimana hendak ku lupa
bayangan wajahmu selalu di depan mata
harum baumu masih dapat ku hidu
Bagaimana ingin aku membencimu
Jikalau setiap hari merindu
Sekiranya derita merinduimu itu sebenarnya bahagia..
Aku pilih derita..

P
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Mungkinkah esok atau lusa walau biarpun lama
Akan ku biar tiada, ku tetap kan setia
Entah bila akan tiba sampai jua harimu yang sama
Esok seperti semalaman yang tak berubah
Kaulah tanda tanya? kau tiada titik noktah
Ku dibuai mimpi lena dikejut igau semula
Kaulah tanda tanya? kau tiada titik noktah
Ku dibuai mimpi lena dikejut igau semula

L
Seandainya kau berada di depan mata
Mudah untuk aku berkata-kata
Supaya dapatku melihat seraut wajahmu
Walaupun belum tentu kau mahu bertemu
Apalagi memandangku
Setelah ku turutkan segala kemahuan kau mainkan perasaan
Begitu mudah kau ucapkan terimalah saja kenyataan?
Aku masih terkilan

P
Maafmu tak bererti, kau mudah sesali
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa

L
Jika kau dapat memahami hati seorang perindu
Baru kau tahu derita hatiku
Jika suatu hari nanti giliran kau merindu
Baru kau ingat derita diriku
Segala yang berlaku bukan kemahuanku
Apa gunanya bahgia
Jikalau bahagia bersamamu hanyalah untuk sementara waktu
Aku pilih derita merinduimu

P
Maafmu tak bererti, kau mudah sesali
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa

Monday, October 26, 2009

LDR

LDR...

Am I in one? I would call it that. Hmm, I'm glad I chosen this road.

Long distance relationship...pure bliss for me now.

Amin..doakan yang terbaik

Monday, October 19, 2009

Work...Home...Work..Friend...

That's my life now. Work work work...

I'm tired. I want to go on holiday. I want the problems to disappear.

I want the prince to be here instead of there...

Wednesday, October 14, 2009

U've been blocked

Finally I got the chance to block him...

Ahh...the silence...

Monday, October 12, 2009

Photos update :)

Cik Nisa, my niece on my bed. I babysit during the evenings. Well, I try to babysit...

My new hairdo. Like or Dislike?

Thursday, October 8, 2009

Ayat-ayat suci...

Hmm, I need to calm down after the previous blog. Lucky I was listening to the "beautiful words". Syukur :)

Annoyed

I was happy during lunch. The guys said they never knew how annoying I can be. Yes I can be very very annoying. In a good way. We came back to office. I switched on my PC, saw that someone left me an IM.

It was the great MR KAY.

The very presence of his existence annoys me.

"Kau tidak puas annoy aku ke"

Even though, it was just to pass me a website URL. But I'm at the point of no return. I hate you and everything to do with you.

Leave me alone.

And stop saying I was the bitch. I can very much say what you did to me and my family. The debts might go away someday. But the dosa will never be gone.